- by admin
- Oct 17, 2024
Emas Kembali menarik minat pembeli pada hari Rabu setelah pidato Powell
hingga diperdagangkan mendekati level tertinggi sepanjang masa. Ketegangan
perdagangan AS-Tiongkok yang baru, risiko geopolitik, dan kekhawatiran
tentang penutupan pemerintah AS yang berkepanjangan terus mendorong aliran
dana ke emas. Pidato Powell yang menyampaikan rencana untuk merubah arah
kebijakan moneter untuk lebih longgar turut menguntungkan emas.
Ulasan Analisa Fundamental: Emas spot mencapai $4.179,76 per troy ons
pada hari Selasa, rekor tertinggi baru. Pasangan XAU/USD saat ini berada di
kisaran 4.175, mempertahankan penguatan intraday yang solid di tengah
sentimen penghindaran risiko yang mendominasi pasar keuangan. Kekhawatiran
juga menyelimuti Amerika Serikat (AS), karena di satu sisi, pemerintah federal
masih tutup di tengah kurangnya pendanaan. Di sisi lain, ketegangan
perdagangan baru antara AS dan Tiongkok tampaknya telah mereda, kendati
ancaman tarif timbal balik kembali muncul. Dolar AS (USD) mampu menguat
sepanjang paruh pertama hari, tetapi tidak terhadap logam mulia tersebut. USD
berubah arah setelah pembukaan Wall Street, karena indeks-indeks AS
diperdagangkan di wilayah positif. Sementara itu, Ketua Federal Reserve (Fed)
Jerome Powell berbicara tentang prospek ekonomi dan kebijakan moneter yang
bergeser ke arah longgar dalam beberapa bulan mendatang.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari selasa, harga emas sempat
naik ke level $4179/onz di pasar Eropa, namun mengalami koreksi ke level
$4090 setelah AS-China berkomitment melanjutkan negosiasi. Di sesi Asia, emas
menguji resistance $4180. Trend grafik harian masih bullish kendati telah jenuh
beli. Naiknya emas akan menguji resistance selanjutnya di angka $4185, $4203
hingga $4220. Sementara supportnya tertahan di level $4140, $4130 hingga
$4118. Range pasar diperkirakan dalam rentang $4140.50 hingga $4205.80.