- by admin
- Oct 17, 2024
Minggu Ini Pidato The Fed dan Data AS Akan Menentukan
Arah Pasar
Ketua The Fed, Jerome Powell, berusaha meredam ekspektasi pemangkasan
suku bunga lebih lanjut dengan menyatakan bahwa pemangkasan minggu lalu
adalah langkah manajemen risiko, kendati grafik dot-plot menunjukkan
kemungkinan lain. Beberapa lembaga investasi memperkirakan The Fed akan
melakukan pemangkasan suku bunga berturut-turut dalam dua pertemuan
tersisa pada 2025. Minggu ini, sejumlah pembicara The Fed, terutama Waller dan
Bowman, akan memberikan pernyataan yang dapat memengaruhi pasar. Mereka
diperkirakan akan menanggapi kegagalan dukungan bagi pemangkasan 50bps.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga diperkirakan akan memberikan
komentar, kemungkinan besar mengungkapkan ketidaksenangannya terhadap
Powell. Hal itu tentunya membebani dolar. Meskipun pernyataan dovish The Fed
kemungkinan akan mendominasi pekan ini, pasar juga akan memperhatikan data
ekonomi dan perkembangan negosiasi perdagangan. Survei PMI manufaktur dan
jasa yang dirilis Selasa menjadi penentu arah pasar pekan ini. PDB kuartal kedua
yang dirilis Kamis tidak memberikan kejutan, perhatian investor akan lebih
tertuju pada laporan barang tahan lama sebagai indikator utama pertumbuhan
dan laporan pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) pada Jumat.
ECB Diperkirakan Pertahankan Suku Bunga Acuan
Nada optimis pada pertemuan ECB memperkuat ekspektasi jeda kebijakan,
dengan survei PMI awal sektor jasa dan manufaktur Zona Euro yang akan dirilis
segera menjadi fokus utama, terutama data Jerman dan Prancis. Perbaikan
moderat di sektor jasa serta potensi membaiknya kondisi Jerman berbanding
terbalik dengan kemungkinan melemahnya PMI Prancis akibat gejolak politik.
Data kuat bisa mendukung euro, namun reli EUR/USD saat ini lebih dipengaruhi
faktor dari AS seperti ketidakpastian politik dan tren de-dolarisasi, yang meskipun
menopang euro, koreksi masih mungkin terjadi dengan level support di 1,1703.
Dalam Pertemuan Selanjutnya BoE Nampaknya Bersiap
Kembali Pangkas Suku Bunga
Reli Pound terhadap Euro di awal Agustus perlahan mereda. Setelah pertemuan
BoE yang berjalan tanpa informasi penting, yang membuka peluang untuk
pelonggaran lebih lanjut, fokus beralih ke data ekonomi, dengan investor juga
bersiap menghadapi krisis pemerintahan Partai Buruh berikutnya. PMI awal hari
Selasa akan menjadi bagian selanjutnya dari teka-teki pertumbuhan, meskipun
inflasi tetap menjadi masalah utama MPC. Sementara itu, terdapat banyak
pembicara BoE minggu ini, yang berpotensi memicu ekspektasi pasar terhadap
penurunan suku bunga di bulan November, karena pertemuan hari Kamis hanya
berisi sebuah pernyataan. Indikasi apa pun bahwa MPC lebih dekat dengan
penurunan suku bunga daripada yang diperkirakan saat ini dapat semakin
melemahkan reli pound terhadap dolar.
SNB Akan Menahan Diri Untuk Tidak Mendorong Suku Bunga Negatif
Swiss National Bank (SNB) telah menurunkan suku bunga acuannya menjadi 0%
pada Juni 2025, langkah yang didorong oleh inflasi yang hampir mendekati nol
dan inflasi produsen yang mulai negatif, serta perlambatan ekonomi. Penguatan
signifikan franc Swiss terhadap dolar membuat SNB mempertimbangkan
kemungkinan suku bunga negatif lagi, hal itu karena penguatan mata uangnya
yang bisa mengganggu ekspor. Presiden SNB membuka peluang untuk
penurunan di masa depan jika kondisi ekonomi memburuk. Ini mengingatkan
pada periode suku bunga negatif antara 2014-2022, yang kemungkinan dapat
terjadi lagi tergantung tekanan pasar dan nilai tukar.
Di sisi lain, pertumbuhan pada kuartal kedua tahun 2025 Australia
menggembirakan, pasar tenaga kerja tidak menunjukkan gejolak yang signifikan,
dan indikator inflasi bulanan tetap stabil setelah data kuartal kedua. Jika PMI
awal Selasa depan dan laporan IHK Rabu menunjukkan kejutan positif, maka
peluang penurunan suku bunga pada 30 September dapat berkurang.