- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas terkonsolidasi selama sesi Asia pada hari Jumat karena para trader mengambil jeda sejenak setelah pergerakan naik baru-baru ini ke puncak satu bulan yang disentuh pada hari Kamis. Sementara itu, harga emas tampak bullish di tengah meningkatnya kemungkinan the Fed akan memangkas suku bunga dua kali tahun ini. Spot Gold terus naik pada hari Kamis, membukukan level tertinggi baru di atas level $2.724,00 di sesi Amerika.
Ulasan Analisa Fundamental: Suasana pasar memburuk menjelang pembukaan Amerika Serikat (AS), karena data makroekonomi lemah sementara Gubernur Federal Reserve Christopher Waller mengatakan bahwa penurunan suku bunga dapat dilakukan lebih cepat dan lebih cepat dari yang diharapkan jika tren disinflasi bertahan. Akibatnya, para investor menaikkan perkiraan untuk penurunan suku bunga di bulan Mei. Sebelumnya, Amerika Serikat (AS) melaporkan bahwa Penjualan Ritel naik tipis 0,4% di bulan Desember, di bawah ekspektasi 0,6% dan revisi 0,8%. Di saat yang sama, Klaim Pengangguran meningkat 217K, lebih buruk dari 210K yang diperkirakan. Dolar AS (USD) melemah karena berita tersebut, Sementara Wall Street berjuang untuk membukukan kenaikan. Para pelaku pasar saat ini akan mengalihkan fokus ke China, karena negara ini akan merilis angka Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal keempat di Asia.
Ulasan Analisa Teknikal: Pada grafik harian, emas terlihat bergerak naik. Sementara, pada grafik 4 jam, mendukung adanya kenaikan untuk menguji resistance $2726/onz. naum bila gagal menembus level pysikoloigis, naiknya emas dapat berbalik untukmengalami koreksi menmguji support $2707.00, $2697.20. hari ini pasar akan terfokus pada laporan data eropa dan AS serta kebijakan tarif Trump. Sementara Resistance emas menguji $2726.35, $2735.45 hingga $2748.00. Range harian Jumat $2688.00- $2726.30.