- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas turun menjadi sekitar $4.061 pada sesi awal Asia Senin. AS
melancarkan serangan rudal baru terhadap Iran pada hari Minggu. Para
pedagang menunggu laporan inflasi CPI AS bulan Juni pada hari Selasa. Harga
emas turun di bawah $4.100 karena serangan baru AS-Iran memicu
kekhawatiran inflasi. Selain itu, pasar juga akan mengamati pidato Kevin Warsh
pekan ini, guna memastikan Langkah hawkish The Fed.
Ulasan Analisa Fundamental: Logam mulia ini memperpanjang
penurunannya di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran. Para
pedagang akan mengambil lebih banyak petunjuk dari rilis data inflasi Indeks
Harga Konsumen (CPI) AS bulan Juni, yang akan dirilis pada hari Selasa. Militer
AS mengatakan bahwa mereka melancarkan serangan tambahan terhadap Iran
pada hari Minggu yang bertujuan untuk lebih melemahkan kemampuan Republik
Islam untuk menyerang kapal sipil yang melintasi Selat Hormuz, lapor
Bloomberg. Serangan rudal yang terus berlanjut antara Washington dan
Teheran telah meningkatkan biaya energi, memicu kekhawatiran inflasi baru dan
memaksa Federal Reserve AS (Fed) untuk mempertahankan suku bunga yang
lebih tinggi dalam jangka waktu lama. Namun demikian, jika laporan CPI
menunjukkan hasil yang lebih rendah dari perkiraan, ini dapat menekan dolar
AS. Sementara itu, pidato Kevin Warsh turut menjadi perhatian pekan ini.
Ulasan Analisa Teknikal: pada perdagangan hari Senin, di pasar Asia harga
emas kembali tertekan setelah AS – Iran saling serang. Harga emas turun ke
level $4061, setelah ditutup di kisaran $4117 hari Jumat. selanjutnya para
investor tetap melihat perkembangan konfik dan ekonomi AS. Emas turunnya
tertahan di $4055/onz. Resistance emas saat ini di $4120, $4147 hingga $4160.
Support emas menguji area $4055, $4040, $4021. Emas diperkirakan bergerak
dalam range antara $40120 hingga $4000.