Harga emas melonjak ke level tertinggi dalam empat hari karena keterpurukan dolar. Namun index DXY pulih setelah menyentuh level terendah tiga tahun setelah laporan data AS yang membaik dan pernyataan Powell. Senat AS menyetujui RUU pemotongan pajak senilai $4,5 triliun; pasar emas relatif tidak terpengaruh oleh berita fiskal. Data JOLTS Job Openings dan ISM mendukung sikap Powell; ADP dan NFP menjadi fokus berikutnya.
Ulasan Analisa Fundamental: Harga emas naik lebih dari 1% karena kejatuhan dolar AS. Sementara itu, Senat AS menyetujui RUU pemotongan pajak Trump. XAU/USD diperdagangkan di $3.340, mendekati level tertinggi empat hari. Bloomberg mengungkapkan bahwa “Senator memilih 51-50 untuk mengesahkan RUU tersebut. Wakil Presiden JD Vance memberikan suara penentu. Data ekonomi dari Amerika Serikat (AS) mendukung sikap Ketua Federal Reserve (Fed) Jerome Powell. Survei Lowongan Kerja dan Perputaran Tenaga Kerja AS (JOLTS) menunjukkan bahwa lowongan kerja meningkat pada Mei, melebihi perkiraan ekonom. Aktivitas manufaktur, menurut Institut Manajemen Pasokan (ISM), mengalami kontraksi untuk bulan keempat berturutturut tetapi menunjukkan tanda-tanda perbaikan, mendekati ambang batas pertumbuhan. Sementara Powell menyampaikan pernyataan dan tetap sedikit hawkish. Namun turunnya emas tertahan oleh pengumuman tarif Trump.
Ulasan Analisa Teknikal: pada pembukaan pasar Asia, harga emas mengalami penurunan ke level $3335/onz merespon data AS semalam. Naiknya harga emas, nampaknya terbatas untuk kembali melanjutkan penurunan. Saat ini naiknya emas tertahan di resistance $3345, 3358, hingga 3372. Sementara supportnya di level $3322, $3202 hingga $3280/onz. Range pergerakan pasar hari ini diperkirakan dalam rentang antara $3245.10 hingga $3280.30. Pasar terfokus pada laporan data tenaga kerja dan Tingkat pengangguran AS.
sumber: bloomberg, fxstreet,Reuters