Jumat, Maret 13, 2026 16:18:42 Jakarta, Indonesia

The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, Powell Beri Signal Hawkish Hingga Akhir Tahun


The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, Powell Beri Signal Hawkish Hingga Akhir Tahun
The Fed Pangkas Suku Bunga 25 Bps, Powell Beri Signal Hawkish Hingga Akhir Tahun
427 views

WASHINGTON (Reuters) – Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, memperingatkan pada hari Rabu bahwa perpecahan kebijakan di dalam bank sentral AS serta kurangnya data dari pemerintah federal akibat penutupan dapat membuat penurunan suku bunga lebih lanjut di tahun ini menjadi sulit dilakukan. Powell mengakui ancaman yang dihadapi pasar tenaga kerja serta risiko kenaikan suku bunga tanpa gambaran ekonomi yang lengkap.

The Fed memangkas suku bunga sebesar seperempat poin persentase sesuai ekspektasi, sebagai upaya meredam pelemahan pasar tenaga kerja. Namun, pernyataan kebijakan bank sentral tersebut menyebutkan kendala data resmi akibat penutupan pemerintah, dan Powell menyatakan bahwa para pembuat kebijakan cenderung lebih berhati-hati jika laporan ketenagakerjaan dan inflasi tidak tersedia.

“Kami akan mengumpulkan semua data yang bisa kami peroleh, menganalisis, dan mempertimbangkannya dengan seksama. Itu adalah tugas kami,” ujar Powell dalam konferensi pers setelah pertemuan kebijakan dua hari, sambil menyebut data pribadi yang bisa digunakan The Fed, survei internal terhadap eksekutif bisnis, dan wawancara informal dengan berbagai kontak di seluruh negeri.

Powell menambahkan, “Jika Anda bertanya apakah hal ini bisa memengaruhi pertemuan Desember, saya tidak mengatakan pasti, namun Anda bisa membayangkannya. Seperti mengemudi dalam kabut, kita harus memperlambat laju kendaraan.”

Komentar ini memperlihatkan dilema The Fed di tengah sengketa anggaran antara pemerintahan Trump dan Partai Demokrat di Kongres yang memasuki bulan kedua. Penutupan pemerintah menghambat survei dan pelaporan data penting, yang berperan krusial dalam pengambilan kebijakan para bankir sentral—membuat penurunan suku bunga yang diharapkan Presiden Donald Trump kemungkinan tertunda.

Selain masalah data, Powell menyoroti adanya “pandangan sangat berbeda” di antara anggota The Fed mengenai jalur kebijakan moneter ke depan, dengan semakin banyak yang merasa perlu menunggu satu siklus penuh sebelum menurunkan suku bunga lagi.

Pasar merespons pernyataan Powell dengan menurunkan ekspektasi terhadap penurunan suku bunga pada pertemuan The Fed 9-10 Desember, yang kini peluangnya sekitar dua banding satu. Indeks S&P 500 berakhir relatif datar setelah sebelumnya kehilangan keuntungan.

“Powell secara eksplisit mengisyaratkan jeda antarpert meeting, setelah sebelumnya menyelesaikan dua pemangkasan suku bunga berturut-turut pada September dan Oktober,” kata Michael Pearce, wakil kepala ekonom AS di Oxford Economics. “Meski banyak anggota masih khawatir inflasi akan naik hingga akhir 2025, The Fed kini harus lebih berhati-hati.”

Powell juga mencatat ekonomi menunjukkan sinyal beragam, dengan konsumen “terbagi dua”—mereka di bagian bawah distribusi pendapatan tertekan, sedangkan kelompok berpendapatan atas tetap berbelanja kuat. Pertumbuhan ekonomi didukung investasi bisnis, meskipun belum berimbas signifikan pada pertumbuhan lapangan kerja.

We Are Team

admin

Please Login to comment in the post!

you may also like