- by admin
- Oct 17, 2024
Presiden AS Donald Trump memuji "diskusi yang sangat positif dan konstruktif" dengan mitranya dari China, Xi Jinping, selama kunjungan kenegaraan pada Kamis.
Berbicara pada jamuan kenegaraan di Beijing, Trump menyebut Xi sebagai "teman" dan memuji sambutan di China sebagai "luar biasa." Ia mengatakan pembicaraan sejauh ini "menguntungkan kedua negara" dan mengundang Xi untuk mengunjungi AS pada September. "Kita punya kesempatan untuk membangun masa depan dengan kerja sama dan kemakmuran yang lebih besar," ujarnya.
Xi mengatakan telah melakukan "pertukaran pandangan yang mendalam" dengan Trump, menekankan bahwa kedua negara harus "menjadi mitra, bukan saingan," dan bahwa stabilitas hubungan hanya bisa terwujud melalui "saling menghormati."
Kedua pemimpin tidak merinci pembicaraan yang diperkirakan fokus pada perdagangan, Taiwan, dan kecerdasan buatan. Sebelumnya, Wall Street Journal melaporkan perbincangan mengenai peningkatan akses perusahaan AS ke pasar China. Mengutip pernyataan Gedung Putih, surat kabar itu juga menyebut pembahasan tentang "cara-cara meningkatkan kerja sama ekonomi," memperluas pembelian produk pertanian, dan upaya membatasi bahan-bahan pembentuk fentanyl yang dikirim dari China ke AS.
Media pemerintah China melaporkan bahwa Xi memperingatkan potensi bentrokan — bahkan konflik — terkait Taiwan jika isu itu ditangani secara tidak tepat. Trump menyatakan akan mengangkat masalah penjualan senjata ke Taiwan; Beijing sejak lama mengklaim pulau itu sebagai bagian dari wilayahnya dan menentang campur tangan AS.
Pertemuan itu juga diisi interaksi dengan pemimpin bisnis AS: sejumlah eksekutif hadir menemani Trump, termasuk CEO Tesla Elon Musk, CEO Apple Tim Cook, dan CEO Boeing Kelly Ortberg.
Seruan penguatan hubungan
Dalam pidato pembuka, Xi mengatakan kepentingan bersama AS-China jauh lebih besar daripada perbedaan, dan mendesak agar 2026 menjadi tahun pembaruan hubungan bilateral. Trump menyatakan ikatan kedua negara akan "lebih baik dari sebelumnya." Kunjungan ini menjadi kunjungan kenegaraan pertama pemimpin AS ke China hampir satu dekade.
Meski demikian, hubungan Washington–Beijing sempat tegang setelah perang dagang yang berkepanjangan sepanjang 2025 dan perselisihan mengenai chip AI. Sebelum berangkat, Trump menyatakan akan meminta Xi "membuka" China bagi bisnis AS.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang bertemu Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Korea Selatan untuk mempersiapkan pembicaraan, mengatakan pada CNBC bahwa ia mengharapkan pengumuman pesanan besar China untuk pesawat Boeing. Saham Boeing menguat di pra-pasar setelah komentar tersebut. Bessent menambahkan bahwa pembicaraan juga akan mencakup pembelian energi dan produk pertanian, serta kemungkinan investasi China di sektor non-strategis AS.
Isu chip AI muncul pula: sekitar 10 perusahaan China dikabarkan mendapat izin membeli chip Nvidia H200, meski pengiriman belum berlangsung. CEO Nvidia Jensen Huang ikut dalam rombongan Trump, yang menimbulkan harapan terobosan untuk membuka penjualan H200 di China. Bessent menyebut laporan Reuters soal ini "baru bagi saya" dan mengatakan urusan H200 berada dalam lingkup Departemen Perdagangan, namun menegaskan dialog mengenai AI akan "mendalam" karena AS "terdepan" dalam pengembangannya.
Bayang-bayang perang Iran
Pembicaraan diperkirakan juga akan menyentuh perang AS–Israel melawan Iran, yang telah mengganggu aliran minyak ke Asia. Beberapa analis menduga Trump mungkin mencoba mendorong China — importir besar minyak Iran — berperan sebagai penjamin dalam perjanjian perdamaian, meski belum jelas apakah Beijing bersedia. Analis ING memperingatkan pasar mungkin terlalu berharap pembicaraan AS–China menghasilkan solusi cepat terkait Iran.