- by admin
- Oct 17, 2024
Harga emas kembali turun pada hari senin menyentuh level terendahnya di level $2610/onz setelah menguatnya dolar AS yang dipicu oleh naiknya imbal hasil obligasi AS. Ekspektasi bahwa kebijakan ekspansif Presiden AS terpilih Donald Trump akan mendorong inflasi dan memaksa Fed untuk menunda siklus pelonggarannya tetap mendukung kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS. Hal ini mendukung kenaikan USD dan memvalidasi prospek negatif untuk XAU/USD.
Spot Emas turun sepanjang sesi Asia dan Eropa karena permintaan terhadap Dolar AS terus berlanjut setelah peristiwa Amerika Serikat (AS) minggu lalu. Kemenangan mantan Presiden Donald Trump pada pemilu 2024 dan tanda-tanda bahwa Partai Republik akan mengambil alih kendali penuh Kongres mendorong USD di tengah harapan pemerintah mendatang akan memperkuat mata uang lokal. Lebih jauh lagi, Federal Reserve (Fed) mengumumkan penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps), tetap berpegang pada jalurnya tanpa menunjukkan kekhawatiran tentang kinerja ekonomi.
Dari sisi data, kalender makroekonomi, para investor menunggu CPI AS bulan Oktober, yang dijadwalkan akan dirilis pada hari Rabu besok. Inflasi AS, pada saat ini, menjadi acuan penting terkait kebijakan suku bunga yang akan diputuskan pada bulan Desember mendatang. Apakah masih sejalan dengan rencana Trump. Selain itu para pelaku pasar turut melepas emas searah meredanya konflik timur tengah dan harapan adanya perjanjian perdamaian yang diprakarsai oleh AS.